Memilih yang benar benang rajutan memengaruhi hampir setiap aspek proyek yang telah selesai, mulai dari cara menggantungkan dan merasakannya hingga kemudahan pengerjaannya sebagai penjahit. Benang yang terus-menerus terbelah, cepat menggumpal, atau berperilaku tidak terduga di bawah tekanan dapat mengubah proyek yang menyenangkan menjadi proyek yang membuat frustrasi, sedangkan benang yang tepat dapat membuat pola pemula sekalipun terlihat halus dan profesional. Di luar pengalaman menjahit itu sendiri, kandungan dan berat serat juga menentukan apakah potongan akhir akan hangat atau dapat bernapas, kokoh atau halus, dan dapat dicuci dengan mesin atau perlu dicuci dengan tangan secara hati-hati.
Karena proyek rajutan berkisar dari serbet halus hingga selimut tebal dan pakaian yang dapat dikenakan, tidak ada satu jenis benang pun yang cocok untuk setiap tujuan. Memahami kategori inti serat dan berat memungkinkan perajin membuat pilihan berdasarkan informasi yang sesuai dengan persyaratan pola dan tujuan penggunaan barang jadi.
Kandungan serat benang secara signifikan mempengaruhi tekstur, daya tahan, dan persyaratan perawatan. Tabel di bawah ini merangkum serat yang paling umum digunakan dalam proyek merenda.
| Jenis Serat | Karakteristik | Terbaik Untuk |
| Akrilik | Terjangkau, tahan lama, bisa dicuci dengan mesin | Selimut, proyek pemula, pakaian sehari-hari |
| kapas | Bernapas, kokoh, memegang definisi jahitan dengan baik | Kain serbet, pakaian musim panas, amigurumi |
| Wol | Hangat, elastis, isolasi alami | Sweater, topi, syal, sarung tangan |
| alpaka | Lembut, ringan, sangat hangat | Aksesoris cuaca dingin, pakaian mewah |
| Benang Campuran | Menggabungkan manfaat dari berbagai serat | Penggunaan serbaguna di banyak jenis proyek |
Benang campuran, seperti campuran wol dan akrilik, sangat populer karena memadukan kehangatan dan kelembutan serat alami dengan daya tahan dan kemudahan perawatan bahan sintetis, seringkali dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan benang serat alami murni.
Berat benang mengacu pada ketebalan untaian, yang secara langsung memengaruhi ukuran jahitan, tirai proyek, dan seberapa cepat suatu jahitan selesai. Pola rajutan hampir selalu menentukan berat benang yang direkomendasikan, sehingga penting untuk memahami kategori standar sebelum mengganti benang lain.
Mengganti berat benang yang berbeda dari yang direkomendasikan oleh pola akan mengubah ukuran akhir, tirai, dan kebutuhan benang secara signifikan, sehingga perajin yang ingin bereksperimen dengan substitusi harus merencanakan untuk membuat contoh terlebih dahulu dan menyesuaikan ukuran kait atau jumlah jahitan.
Berat benang dan ukuran kait rajutan berkaitan erat, karena menggunakan kait yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk benang dapat mengakibatkan kain menjadi terlalu kaku dan ketat atau terlalu longgar dan terkulai. Sebagian besar label benang menyertakan kisaran ukuran kait yang direkomendasikan yang dicetak langsung pada kemasannya, yang berfungsi sebagai titik awal yang dapat diandalkan bahkan ketika mengerjakan pola yang menunjukkan ukuran yang sedikit berbeda.
Untuk proyek yang membutuhkan kain yang lebih padat dan kokoh, seperti tas atau keranjang, memilih ukuran pengait yang lebih kecil dari yang direkomendasikan pada label benang dapat mengencangkan jahitan dan mengurangi celah. Sebaliknya, menyesuaikan ukuran pengait akan menghasilkan kain yang lebih longgar dan terbuka, yang cocok untuk syal lapang atau pola berenda di mana tirai dan penetrasi cahaya merupakan kualitas yang diinginkan.
Pakaian mendapat manfaat dari benang dengan elastisitas dan tirai yang baik, seperti campuran wol atau kombinasi katun akrilik, karena serat ini nyaman bergerak bersama tubuh dan cenderung mempertahankan bentuknya setelah dipakai berulang kali. Menghindari benang yang terlalu kaku atau gatal sangat penting terutama untuk barang-barang yang dikenakan dekat dengan kulit, seperti sweater dan kardigan.
Proyek Amigurumi biasanya membutuhkan benang katun atau akrilik yang halus dan dipintal rapat yang menghasilkan definisi jahitan yang tajam dan mencegah isian terlihat melalui celah di antara jahitan. Benang katun sangat populer untuk tujuan ini karena kekencangannya membantu mainan mempertahankan bentuknya dengan baik seiring waktu.
Selimut dan barang-barang dekorasi rumah sering kali menggunakan benang akrilik atau campuran akrilik yang lembut dan dapat dicuci dengan mesin, karena barang-barang ini sering digunakan dan mudah dicuci. Benang wol atau benang tebal sangat populer untuk selimut karena benang ini dapat dibuat dengan relatif cepat namun tetap menghasilkan kain yang nyaman dan kokoh.
Perajut baru sering kali merasa kewalahan dengan banyaknya variasi pilihan benang yang tersedia, namun beberapa pedoman praktis dapat menyederhanakan proses pengambilan keputusan dan menghasilkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Dengan belajar mengevaluasi kandungan serat, kategori berat, dan kesesuaian proyek secara bersamaan, perajut dengan tingkat keahlian apa pun dapat membuat pilihan benang dengan lebih percaya diri sehingga menghasilkan hasil akhir yang mereka banggakan untuk digunakan, dipakai, atau diberikan sebagai hadiah.